“ Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah Palembang “
Tempat dimana aku memulai perjuangan baru. Sendiri, tanpa ada yang kukenali..
Sehari, dua hari, seminggu, sebulan.. Perlahan, mulai kutemui suasana baru disini, mengenal teman dari berbagai daerah, menyatu dan berpacu dengan sang waktu.
Entah dari mana bermula, aku menemukan 3 bidadari yang mengubah hidupku.
Kami bagaikan sebongkah batu. Yang saling menguatkan dikala sedih menyerang, berbahagia disaat kemenangan dicapai, yang tetap tegar walau dihempas dan diterjang oleh berbagai rintangan. Kau tau mengapa kawan?? Karena kami SATU !
Berbagai hal telah kulalui bersama mereka. Tak terkira betapa aku bersyukur atas hadiah terindah yang Kau berikan padaku Tuhan.. aku menyayangi mereka, aku begitu menyayangi mereka. Hati ini, hanya Kau yang tau..
Terkadang aku berfikir, pantaskah aku mendapatkan semua ini? Berada disisi orang-orang yang kusayangi, mendapatkan begitu banyak cinta dan kasih sayang dari semua orang disekitarku. Aku bukanlah manusia baik yang tak pernah berbuat dosa. Aku justru banyak melakukan kesalahan, begitu banyak dosa yang bersemayam di raga ini, begitu kotor jiwa ini. Masih pantaskah aku memperoleh ini semua??
Tahukah kau teman, tanpa mereka disisiku, tanpa adanya keluargaku, aku bukanlah apa-apa dan aku tidak bisa menjadi apa-apa. Merekalah semangatku, merekalah jiwaku.
Ingatkah kalian disetiap kejadian pahit yang kita alami? Begitu banyak aku melihat air mata terjatuh di pipimu, tapi pernahkah kalian melihat satu tetes saja air mata mengalir dari pelupuk mataku? Mungkin tidak. Aku bukan tidak ikut bersedih dikala kalian menangis. Hatiku perih kawan, sangat sakit. Tapi aku tak bisa menampakkan air mata ini didepan kalian. Aku hanya bisa menangis sendiri, menangis karena kalian menangis. Aku tak mampu dan aku tak sanggup melihat orang yang aku cintai menangis dihadapanku. Aku merasa sangat tak berdaya, tak bisa berbuat apa-apa. Dan tahukah kalian, di hampir setiap malamku, wajah kalian selalu hadir sebagai penghantar tidurku. Tak ada sedikitpun rasa ingin mendapatkan sesuatu dari kalian, tapi dengan kalian ada dihidupku, kalianlah sesuatu untukku. Maukah kalian berjanji? Berjanji untuk selalu melakukan yang terbaik, berjanji untuk tetap menjadi sahabat terindah dihidupku, berjanji untuk selalu memperlihatkan senyummu pada semua orang, berjanji untuk tidak mengecewakan orang-orang yang kau sayangi, berjanji untuk tetap menjadi wanita yang kuat apapun yang sedang kau hadapi, berjanji untuk selalu mengingatku..
Ketika kesepian menyerang diriku
Tak enak, badan resah tak menentu
Kutau satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku
Ya, itulah kalian. Dengan mengingatmu, mengenang setiap kebersamaan diantara kita, itulah cara kalian menghibur hatiku. Mungkin aku tak banyak bercerita tentang setiap masalah yang kuhadapi atau bahkan aku tak menceritakannya sama sekali. Bukan karena aku tak mempercayai kalian, tapi lebih karena aku tak ingin kalian memikirkan apa yang aku resahkan. Dan saat kita bertemu, saat tertawa karena ulah jahil kalian, itulah saat aku menyembuhkan hatiku.
Hingga akhirnya, satu kejadian yang menimpa salah satu saudariku membuat kami semua terpukul. Ia gadis yang selalu tegar dan ceria, selalu bercanda dimana dan dengan siapa saja, dan tiba-tiba menjadi murung tak bersemangat. Kami kehilangan tawanya, kami kehilangan keceriaannya, kami kehilangan sosok dalam dirinya. Setelah hari itu hingga detik ini, aku sangat mengkhawatirkannya. Aku menangis didalam tangisnya. Ingin kupeluk ia dan takkan kubiarkan air matanya terjatuh lagi. Tapi aku tak sanggup, karena aku juga tak bisa menjadi wanita yang tegar seperti dirinya. Satu kalimat yang ingin kubisikkan padanya, “aku akan selalu ada saat kau butuhkan”. Jangan segan untuk meminta bantuanku, walau mungkin aku tak banyak membantu tapi pundakku selalu tersedia untukmu..
Entah sampai kapan persahabatan ini akan terjalin, entah sampai kapan kita akan selalu bersama. Jika nantinya kita tidak ditakdirkan bersama lagi setelah ini, aku ingin meminta maaf kepada kalian. Maaf atas semua kesalahan dan kekhilafan yang aku lakukan, maaf karena aku sering membuat kekesalan, maaf jika kata-kataku selama ini banyak tak berkesan, maaf, maaf, maafkan aku untuk semua hal yang kuperbuat.. aku juga ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah menerimaku di kehidupan kalian, terima kasih telah menjadi bagian hidupku, terima kasih karena kalian membuat hari-hariku berwarna..
Kamu sangat berarti
Istimewa dihati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Ingatlah kebersamaan kita, ingatlah persahabatan kita, ingatlah semua canda tawa kita..
Walau baru 6 bulan aku mengenal kalian, tapi selamanya tak akan terlupa..
For my beloved friends, Dwi Wulandari, Hartini, Hilda Noviyatri..
Penuh Cinta
- Ira Rahman -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar