Senin, 30 Januari 2012

Jangan Pandang Sebelah Mata

Namanya Imam. Ia seorang lelaki berketerbelakangan mental. Tidak sedikit orang yang takut bahkan menganggapnya tak berguna. Ia hanya tinggal di mushollah dan teras-teras rumah warga, berpindah setiap harinya. Tidak ada satu pun yang tau siapa dan dimana keluarganya. Awalnya aku takut bila ada Imam disekitar tempat tinggal kami. Tapi semakin lama aku menjadi semakin penasaran. Apa saja yg dilakukannya setiap hari? Bagaimana ia bisa makan? Dapat dari mana pakaian yang ia kenakan? Dan pertanyaan lain dibenakku membuatku sangat ingin tau tentangnya.

Sepulang sekolah tanpa sengaja aku melilhatnya. Yah.. seperti hari-hari sebelumnya, aku fikir dia hanya berjalan sendiri tanpa arah. Tapi aku salah, detik itu juga aku baru tau ternyata selama ini Imam bekerja sebagai pesuruh, kuli angkut, buruh bangunan, atau apa saja yang bisa ia lakukan. Dari hasil kerjanya itu juga ia mendapat uang yang tak seberapa dan mungkin hanya cukup untuk mengganjal perutnya setiap hari. Tentu saja tak semua orang yang mau menerimanya bekerja dengan gerakannya yang lamban. Meski begitu, ia tak pernah mengeluh, tak sedikitpun senyum hilang dari raut wajahnya. Ia selalu tersenyum ramah bila bertemu siapapun, tak peduli apakah orang itu yang selalu mencelanya atau tidak. Bukan hanya itu, dari cerita warga yang peduli kepadanya, aku tau kalau Imam yang selalu membantu membersihkan mushollah kampung kami. Dari sana juga ia mendapatkan pakaian dari pengurus mushollah.

Terjawab sudah rasa penasaranku selama ini.
Sampai saat ini aku tidak mengerti mengapa Imam tiba-tiba hadir dalam kehidupan warga kampung kami. Tapi aku yakin, Tuhan mengirimnya pasti mempunyai tujuan tertentu. Dibalik kelemahannya, Imam yang kata orang "tak berguna" mempunyai sejuta keajaiban dalam dirinya. Keajaiban yang mampu membuat orang lain berkaca dengan apa yang telah mereka lakukan. Imam membuat kami malu sebagai manusia yang diberi banyak kelebihan dibanding dirinya.

Yah.. itulah Imam, seorang yang sederhana dengan semangat yang membara .


***

Semoga dapat mengambil manfaat dari tulisan ini .
Terima kasih telah membaca ^_^



Ira Rahman,
22 Desember 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar